Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Materi Islam Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Islam Ditinjau dari Pengamatan Sejarah
Daftar Isi


Bagian I - Qur’an yang Tak Dapat Dipertanggungjawabkan dan Para Penulis Hadis Menurut
Sejarah

1. Analisa Qur’an Berdasarkan Catatan Sejarah

2. Para Muslim yang Menulis Ulang Sejarah Islam

Bagian II - Sejarah Asli Mekah

1 . Apakah Hagar Pergi ke Mekah?

2. Penyelidikan Catatan Sejarah Menunjukkan Mekah Tidak Mungkin Dibangun Sebelum Abad 4M

3. Sejarah dan Arkeologi Arabia Menunjukkan bahwa Mekah Tidak Ada Sebelum Jaman Kristen

4. Tiadanya Keterangan tentang Mekah dalam Arkeologi dari Kota 2 dan Kerajaan 2 Kuno Arabia

5. Tiadanya keterangan tentang Mekah di berbagai catatan sejarah Negara 2 yang Menguasai Arabia

6. Penelitian Prasasti Assyria juga Tak Menemukan Keterangan tentang Mekah di Jaman Kuno

7. Catatan Sejarah Bangsa Kaldea Juga Tidak Mencantumkan Keterangan Apapun tentang Mekah di
Abad ke-7 dan 6 SM

8. Tiadanya Perdagangan di Mekah

9. Alkitab dan Pengakuan Muslim tentang Mekah Kuno

10. Sejarah Sebenarnya Pembangunan Ka’bah di Mekah

Bagian III - Ka’bah dan Allah sebagai Ungkapan Ibadah Bintang Arabia

1. Ka’bah adalah Bangunan Ibadah Bintang Arabia

2. Siapakah Allah yang Disembah di Arabia?

Bagian IV - Perihal Keturunan Ismael dan Islam

1. Keturunan Ismael dan Keberadaannya Sepanjang Sejarah

2. Pendapat yang Mengakui Orang Arab adalah Keturunan Ismael dan Ismael adalah Dasar Agama
Monotheisme

3. Membantah Pernyataan Islam tentang Muhammad sebagai Keturunan Ismael

4. Sejarah Quraysh Tidak Menyertakan Hubungan Darah dengan Ismael

Bagian V - Haji, Klenik Umra’, dan Ramadan

1. Ibadah Haji dalam Islam

2. Umrah dan Perdukunan di Mekah

3. Ramadan dan Asal-Usulnya

Bagian VI - Kebangkitan Islam

1 . Pengikut Pertama Muhammad di Mekah dan Jin Islam

2. Tawaran yang Keji

3. Muhammad yang Rendah Akhlak

4. Islam sebagai Agama Jin yang Baru dari Arab

Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles


Itulah materi tentang Materi Islam Ditinjau dari Pengamatan Sejarah yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.

Sejarah Aceh Sepanjang Abad

Sejarah Aceh Sepanjang Abad

I. Pendahuluan

II. Aceh Dalam Permulaan PBrkB


1-14


nalan Antar Bangsa
III. Aceh dan Nama-nama Asing


15 - 36


(Awal MasBhi - Abad kB VII)
IV. Kedatangan Islam kB AcBh


27 - 52


(Abad ke VII - XIV)

V. Tampilnya Kerajaan Pasal


53 - 81


(Abad ke XIII-XIV)
VI. Dari Lamuri kB Aceh


83 - 13D


(Abad ke IX - XVI)


131 - 156


VII. Ali Mughayat Syah (1513—1530)
PBmbina Aceh yang luas. Peng-


hancur Penjajah

VIII. Al-Kahhar Dalam Kemajuan


157 - 172


AcBh (1537-1571)

IX. Masa Al-Mukammal dan SBkitar


173 - 2CD



nya (Beberapa Sultan. PBrkBnalan
dengan Belanda, Dutabeear Aceh
ke Belanda. Perkenalan dBngan
Inggeris. Peranan Ulama Hamzah
Paneurl). 2D1 — 25E



X. Masa Iskandar Muda (1637 —
1B3B). Berbagai KBmajuan. Per
hatian PBlawat Perancis Paranan
Syekh Syamauddin Al-Sumatrani.

XI. Iskandar Tsani, Sultan AcBh
Anak MBlayu (1B3B — 1B41)
Malaka Jatuh Pada Belanda.
Peranan Syekh Nuru'ddin Ar-
Raniri.

XII. Aceh Dalam Pimpinan Ratu
Wanita (P B hr. 1B41 - dkt.1699).
Taj'al- 'Alam, Nuru'l-'Alam, In-
ayat Zakiatu'ddin Syah, Kamalat
Syah. PBranan Syekh Abdu'r-
Rauf As-Sinkili.

XIII. Abad PBrang Saudara
(Keturunan Arah dan Bugis)

XIV. Aceh SBkitar Masuknya Ahad
ke XIX (Akibat PBrang Saudara)

XV. Masa Ihrahim Mansur Syah
(Bahak ke 1 - hingga 1B57)

XVI. Masa Ihrahim Mansur Syah
(Babak ke 2 - hingga 1B7D)

XVII. Masa Sultan Mahmud Syah

(1B70 - April 1B73), A. M H njB-
lang Serangan Belanda.

XVIII. Masa Sultan Mahmud Syah
(SBtBlah April 1B73)

XIX. Masa Sultan Mahmud Syah

(Terusnya Bahaya AgrBsi Belan-
da).


dan nantinya bisa anda download langsung via pdf.


Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles


Itulah materi tentang Materi Sejarah Aceh Sepanjang Abad yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.

Warisan Intelektual Islam Di Jawa

Warisan Intelektual Islam Di Jawa

Banyak di antara peneliti dan penulis tentang Isiam, baik dari kalangan muslim maupun non-
muslim (orientalis) melakukan studi Islam di kawasan Timur Tengah, dan demikian kecil
jumlah mereka yang tertarik meneliti dan menulis tentang Isiam di nusantara, khususnya di
Jawa. Apabila dilihat dari jumlah pemeluk Islam di kawasan nusantara ini adalah cukup besar
dan khazanah intelektualnya cukup memadai kalau tidak disebut terlalu tinggi. Untuk itu,
selayaknya para ahli memberikan perhatian yang lebih apresiatif terhadap produk peradaban
nusantara khususnya kebudayaan Jawa.

Budaya Jawa telah dibangun dalam proses historis yang sangat panjang sejak zaman Jawa
Klasik, Jawa Islam, zaman Surakarta (Purbacaraka) bahkan sampai zaman modern sekarang
ini. Proses interaksi antara Islam dan budaya lokal Jawa itu berlangsung terus-menerus tanpa
henti, kadang-kadang melalui proses integrasi, terkadang konflik, suatu jalan yang tidak
terelakkan bila penyampaian pesan-pesan Islam menempuh jalan secara kultural dakwah
yang sejuk dan damai, bukan jalan struktural, secara politik dan militer yang keras dan panas.
Demikian luas pembahasan Budaya Jawa, karena ia mencakup segala aspek kehidupan
manusia di Jawa, menyangkut ekonomi, sosial, seni budaya, politik pemerintahan ilmu
pengetahuan pandangan hidup dan lain-lain. Namun, dalam kajian ini kami hanya akan
membahas sedikit dalam ruang lingkup terbatas yakni Warisan Intelektual Islam Jawa yang
merupakan produk budaya atau hasil interaksi ajaran Islam dan budaya Jawa. Secara teoritis
hal yang demikian ini tidaklah mengherankan. Karena, seperti diketahui, ajaran dasar dalam
Islam berupa Akidah Syariah dan Akhlak hanyalah berisi ajaran yang bersifat prinsip saja.
Pada masa awal kedatangan Islam di Kepulauan Nusantara khususnya di Jawa, masyarakat
telah menganut dan memiliki berbagai kepercayaan dan agama seperti animisme,
dinamisme, Hindu dan Budha. Pada masa itu kepercayaan dan agama tersebut telah melekat
dan mendarah daging dalam kehidupan masyarakat.

Dakwah di tengah-tengah masyarakat semacam itu memiliki kesulitan tersendiri. Tidak
mudah melaksanakan dakwah Islam agar proses islamisasi berlangsung secara efisien dan
efektif. Ini membutuhkan waktu ratusan tahun lamanya. Jika akhirnya Islam dapat dianut oleh
mayoritas masyarakat Jawa, bagaimanapun kualitasnya merupakan suatu yang harus
disyukuri.

Keberhasilan misi dakwah Islam tersebut selain merupakan kehendak dan karunia Ilahi,
sudah barang tentu juga ditentukan oleh adanya kesungguhan dan kegigihan para da’i,
mubaligh serta guru agama terutama mereka yang tergabung dalam apa yang disebut
dengan "Wali Songo". Merekalah yang dipandang sebagai perintis dakwah yang berhasil
meletakkan landasan kehidupan Islam dalam masyarakat Jawa.

Menurut A.H. Johns, penyebaran agama Islam sejak abad 15 makin cepat meluas di
kepulauan Indonesia adalah berkat para sufi (penganut tasawuf) 1 . Kalau benar sinyalemen
tersebut, maka suka atau tidak harus diakui para sufilah yang sangat besar andilnya
memasukkan dakwah Islam pada masa awal penyebaran Islam di negeri ini, dan jika hal ini
benar maka ajaran-ajaran yang diberikan oleh para juru dakwah pada masa itu akan banyak
diwarnai oleh ajaran tasawuf. Sinyalemen tersebut juga berlaku dalam dakwah Islam dalam
suasana keterbukaan kota pelabuhan, sebagai basis aktifitas dakwah mereka, menciptakan
kecenderungan struktural untuk mobilitas yang lebih besar, antara lain perpindahan agama.
Bersamaan dengan proses Islamisasi terjadi pula disintegrasi serta disorientasi masyarakat
Jawa, sehingga diperlukan identitas baru dengan nilai-nilai baru. Dengan merosotnya
kekuasaan pusat Hindu-Budha maka perubahan struktural masyarakat mengkibatkan
perubahan struktur kekuasaan. Dalam hal ini Islam merupakan tiang pendukungnya 2 .
Adapun tentang pendapat yang mengatakan bahwa yang mula-mula menerima Islam adalah

Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles


Itulah materi tentang Materi Warisan Intelektual Islam Di Jawa yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.

The Amalgamation of Javanese Abangan, Islam, Taoism and Buddhism in the Sam Po Kong Shrine

The Amalgamation of Javanese Abangan, Islam,
Taoism and Buddhism in the Sam Po Kong Shrine


Dian Maya Safitri Center ofReligious and Cross-Cultural Studies (CRCS)

atGadjah Mada University

This paper describes a religious phenomenon at the Sam Po Kong temple in Semarang. I ar-
gue that the syncretism there is the result of cultural and religious interconnections hetween
Javanese abangan, Islam, Taoism, and Buddhism. The beginning of this paper will depict the
historical explorations of Cheng Ho, the principal figure in this Sam Po Kong shrine. The next
part describes several instances of Javanese abangan, Islamic, Taoist, and Buddhist influences
in this pantheon. The remainder of this paper will argue that the notion of Oneness of God
believed by Sam Po Kong members is the result of political influences in Indonesia.

Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis
Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles


Itulah materi tentang The Amalgamation of Javanese Abangan, Islam, Taoism and Buddhism in the Sam Po Kong Shrine yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.

Modul Sejarah Indonesia Lengkap

Dalam modul ini, diuraikan tentang:
(1) Hakikat dan ruang lingkup ilmu sejarah,
(2) Prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah,
(3) Peradaban awal masyarakat dunia,
(4) Peradaban awal masyarakat Indonesia
(5) Perkembangan kerajaan bercorak Hindu/Budha,
(6) Perkembangan bercorak kerajaan Islam,
(7) Kehidupan pada zaman pengaruh kolonial,
(8) Proses kelahiran dan perjalanan Nasionalisme Indonesia,
(9) Kehidupan pada zaman pendudukan Jepang,
(10) Peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia,
(11) Dinamika masyarakat Indonesia sejak proklamasi sampai lahirnya Orde Baru,
(12) Dinamika masyarakat Indonesia sejak Orde Baru sampai Reformasi, dan
(13) Perkembangan dunia pasca runtuhnya Uni Soviet.

Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles


Itulah materi tentang Modul Sejarah Indonesia Lengkap yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.

Materi Negara - Negara Tradisional Hindu - Budha di Indonesia

Negara - Negara Tradisional Hindu - Budha di Indonesia


Negara KUTAI
A. Kehidupan Politik

1 . Prasasti di Kutai disebut

2. Raja Kutai yaitu

Pudungga

- /scuaiuormon



D. Budaya dan Agama

1. Bagaimana Budaya Kutai secara

pada masa Raja Mulatuoriyian

Inenghadiahkan 20-000 Qkpr sa pi
kapado para brahmana

2. Agama yang dianu t hindu giu.>q



3. Apa artinya Wangsakerta ?

Pembentuk kaluorga



Siapa yang dikenal Wangsakerta ?
Aseuaujarmcm



. TARUMANAGARA
A. Kehidupan Politik

1 . Berdiri pada Abad ke _
di 5ungqt citarum



5. Wapakeswara adalah

lapcmgam yang digur



xkan u /vp acata



2. Raja yang terkenal
B. Sumber Sejarah



6. Aswamudha adalait

pelepasan seekor koda ontot menentukan
batas uuiayaU Uerajaan
B. Kehidupan Ekonomi

I . Mata Pencaharian Penduduk

pertanian dan perdagangan



1 .A. Berita dari Luar Negeri

2qman dinasti TaN , seorang pendet a Cina
ternama fhauyen terdampar dt lama, bertemu otr)
1 .B. Sumber yang Berupa Prasasti Wi

1 baah prasadt



1 . Prasasti CIARUTEUN /balu tolrs
bekas sebuah kala sepat H kaki detua uj



2. Jelaskan Gambaran Ekonomi Kutai



lalat, kaki raja PumauiariYian yang gagak



Watena kotor merupakan -jalur inte rnasional B.2. Prfeasti KEBON KOPI



3an sekngg
singgah di hutai untuk t



r peda langan



dan membeli barang dagangan



adanya 2 tapol bak; gajal? yang drcebot
Araujotob ■ yaitu gajah tunggangan deaa ujisr

3. Prasasti JAMBU

gagah mengagumkan. Jujur terhadap togasnu



. Kehidupan Sosial
1. Bagaimana Golongan Masyaral
Kutai

brahmana , ksatria, masyarakat



adalah pemimpin manusia yg -tiada bandingara



gang termasyhu r dari Crtfurnatuarn'M
B.4. Prasasti PASIR AWI dan MUARA



CIANTEN
belum bisa dibaca si






2. Kehidupan Sosial secara umum di

hidup Sudah teratur dan dapat
Pengaruh budaya 'm d ia



B. 5. Prasasti TUGU

Pembuatan sungai gotwati f onndra baga
Separgang 11 km /6 \W tombak dikerjakan
21 hart untuk mongattl satuoh & menahan baej
B.6. Prasasti CIDANHIANG



tanda kepeaulraan , keberanian dori



raja dunia ftinaurarman




C. Gambaran i ehidupan Ekonomi
banyak pend uduk ggnq bekeria di
ladang pe rta nian



D. Gambarar J ehidupan Sosial

Sudah mu idi teredar dap napi , adai*#»
porhndung an dart Pumamarmgn dan
keduduka n brahmana. gang penting

E. Gambaran I ludaya dan Agama

menggunakan hahasa SanStkerto dan

huruf: pallauua Ag wa gang dtantd hin du
budha + aga ma asi; . Ton cenderung Poda
hindu
3 . HOLING

A. Kehidupan ’ oli tik

1. Raja yan * memerintah

Rafce Sim a

2. Bagai; ia Karakter Rajanya

tegas dan menegakkan hukum

B. Sumber fccj irali

1 .A. Menuri t Berita Cina Zaman Dinasti
Tang

letak boling berbatasan dengan la ut
Sebelah selatan, utara ■ tahenla Cka limantonj
timu r » bak , barat * topoteng {sum aterg)

1 .B. Menur it Sarjana Belanda Ir. Moens
terletak di semenanjung Holggg



1. C. Menurut Berita Cina dari I-Tsing

men gebukkan hut-nuig dengan
tembantunga . ‘‘iungfa , pernah data ng
ke hdiog 6C4/SSSM "/ belajar ag ama

2. Ha»umi



C. Letak Kerajaan

C. 1 . Menurut Berita Cina

\nuj n tengah

C.2. Menurut Moens

SomenangunA Malaga

D. Kehidupan Sosial

hukum Gonar-henar dlfc6gakkon>

PimdtintakaA keras Pabu glma



E. Kehidupan Ekonomi

sangat makmur, ttdak parngh ada
pencurian > adanya hubungan perdaga ngan

gang dsetut pasar

F. Budaya dan Agama

agama btidha ...............


Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles


Itulah materi tentang Materi Negara - Negara Tradisional Hindu - Budha di Indonesia yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.

Sejarah Nama Indonesia

Sejarah nama Indonesia

Catatan masa laluenyebut kepulauan di antara Indocina dan Australia
dengan aneka nama.

Kronik-kronik bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai
("Kepulauan Laut Selatan").

Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara
("Kepulauan Tanah Seberang"), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa
(pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki
menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana , sampai
ke Suwamadwipa ("Pulau Emas", diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang
terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza'ir al-Jawi
(Kepulauan Jawa) . Nama Latin untuk kemenyan , benzoe, berasal dari nama
bahasa Arab , luban jawi ("kemenyan Jawa"), sebab para pedagang Arab
memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya
tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil
"orang Jawa" oleh orang Arab, termasuk untuk orang Indonesia dari luar Jawa
sekali pun. Dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera),
Sholibis (Pulau Sulawesi) , dan Sundah (Sunda) yang disebut kulluh Jawi
("semuanya Jawa").

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia
hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India , dan Tiongkok . Bagi mereka, daerah
yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia.
Jazirah Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara
dinamai "Hindia Belakang", sementara kepulauan ini memperoleh nama
Kepulauan Hindia ( Indische Archipel, Indian Archipelago, VArchipel Indien )
atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang
kelak juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" ( Maleische Archipel, Malay
Archipelago, VArchipel Malais).

Unit politik yang berada di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi
Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda) . Pemerintah pendudukan Jepang 1942 -
1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur) untuk menyebut wilayah
taklukannya di kepulauan ini.

Eduard Douwes Dekker (1820 - 1887) , yang dikenal dengan nama
samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan
kepulauan Indonesia, yaitu "Insulinde", yang artinya juga "Kepulauan Hindia"
(dalam bahasa Latin "insula" berarti pulau). Nama "Insulinde" ini selanjutnya
kurang populer, walau pernah menjadi nama surat kabar dan organisasi
pergerakan di awal abad ke-20 .




Nama Indonesia



Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan,
Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal
Kepulauan Hindia dan Asia Timur")), yang dikelola oleh James Richardson
Logan (1819 - 1869) , seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari
Universitas Edinburgh . Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa
Inggris , George Samuel Windsor Earl (1813 - 1865) , menggabungkan diri sebagai
redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA volume IV tahun 1850 , halaman 66-74, Earl menulis
artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-
Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua,
Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa
sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu
untuk memiliki nama khas (a distinctive name ), sebab nama Hindia tidaklah tepat
dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan
nama: Indunesia atau Malayunesia (" nesos " dalam bahasa Yunani berarti
" pulau "). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa
Indonesia dari Bahasa Inggris) :

"... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing
akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia'"'.

Earl sendiri menyatakan memilih nama .....


Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis
Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles

Itulah materi tentang Materi Sejarah Nama Indonesia yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.

Catatan Sejarah Rakyat Islam Indonesia

Episentrum Pengkajian Islam dan Riset Sosial

-EMPIRIS-



Catatan Sejarah Rakyat Islam Indonesia




CATATAN SEJ ARAH
RAKYAT ISLAM INDONESIA
1905 - 1962



ISLAM



NASIONALIS



SOSIALIS-KOMUNIS



17 Juli 1905

Di Jakarta berdiri perkumpulan al-Jam’iyat al-
Khairiyah, yang mendirikan sekolah dasar untuk
masyarakat Arab. Kurikulumnya modern, karena yang
diajarkan di sekolah itu bukan hanya pelajaran
agama, tetapi juga berhitung, sejarah, geografi dan
lain-lain.

16 Oktober 1905

Syarikat Dagang Islam (SDI) berdiri di kampung
Sondokan, Solo, oleh Haji Samanhudi, Sumowardoyo,
Wiryotirto, Suwandi, Suryopranoto, Jarmani,
Haryosumarto, Sukirdan Martodikoro.



Tahun 1906-1907

Sebagai akibat politik etis yang di dalamnya
terkandung usaha memajukan pengajaran, maka
pada dekade pertama abad XX bagi anak-anak
Indonesia masih mengalami hambatan kekurangan
dana belajar. Keadaan yang demikian ini
menimbulkan keprihatinan dr. Wahidin Sudirohusodo
untuk dapat menghimpun dana itu, dengan melakukan
propaganda berkeliling Jawa. Rupanya ide yang baik
dari dr. Wahidin itu di terima dan dikembangkan oleh
Sutomo, seorang mahasiswa STOVIA dan dari sinilah
awal perkembangannya menuju keharmonisan bagi
tanah dan orang Jawa dan Madura.



Pengurus pertama Syarikat Dagang Islam (SDI):



1 . Ketua

2. Penulis I

3. Penulis II

4. Pembantu

5. Pembantu keuangan

6. Pembantu

7. Pembantu

8. Pembantu



: Haji Samanhudi
: Sumowardoyo
: Sukir

: Jamal Surodisastro
: Sukir dan Haji Saleh
: Haryosumarto
: Wiryosutirto
: Atmo



Asas dan tujuan SDI:

1 . Mengutamakan sosial ekonomi.

2. Mempersatukan pedagang-pedagang batik.

3. Mempertinggi derajat bumiputra.

4. Memajukan agama dan sekolah-sekolah
Islam.



Tahun 1907

Insulinde didirikan di Bandung sebagai reaksi
terhadap faham kolot dari Indische Bond (didirikan
tahun 1898 oleh peranakan dan totok, organisasi
sosial ekonomis buat kepentingan peranakan).

20 Mei 1908

Sebagai tindak-lanjutnya, dr. Sutomo dan rekan-
rekannya mendirikan Budi Utomo (BU) di Jakarta.
Corak baru yang diperkenalkan BU adalah kesadaran
lokal yang diformulasikan dalam wadah organisasi
modern dalam arti bahwa organisasi itu mempunyai
pimpinan, ideologi yang jelas dan anggota.

Perkumpulan ini di pimpin oleh kaum Ambtenaar,
yaitu para pegawai negeri yang setia kepada



Mei 1914

H.J.F.M. Sneevlit dengan teman-temannya bangsa
Belanda (Brandsteder, Ir. Baars, Van Burink) yang
sepaham, mendirikan ISDV (de Indische Social
Demoratische Vereeniging) di Semarang. ISDV
bertujuan menyebarkan faham-faham Marxis.

12 September 1917

Debat terbuka antara golongan Islam dan Komunis
dalam Sarekat Islam di Surabaya, dalam rangka
membicarakan persoalan Indie Weerbaar. Golongan
Komunis bukan saja menolak, akan tetapi juga
mengecam pemimpin-pemimpin SI yang bukan
Komunis.

September 1917

Partai Indische Social Democratische Partij (ISDP)
sebagai cabang SDAP dari Negeri Belanda. Dalam
bulan Juni 1919 di ubah menjadi partai berdiri sendiri,
dengan nama ISDP dan terbuka buat segala golongan
bangsa. Baik ISDV maupun ISDP, kedua-duanya
tidak dapat memikat hati rakyat. Pemimpin-pemimpin
ISDP yang berpengaruh adalah J. E. Stokvis, Ir.
Cramer dan Prof. Van Gelderen, bangsa Indonesia
tidak seorang pun.

20-27 Oktober 1917

Kongres (SI) Nasional yang kedua, yang
dilangsungkan di Jakarta, dalam pembicaraannya
ternyata lebih berani terhadap pemerintah dan badan-



EMPIRI S/©2006 2




Catatan Sejarah Rakyat Islam Indonesia



Latar-belakang pendirian SDI :

1. Kompetisi yang meningkat dalam bidang
perdagangan batik, terutama terhadap
golongan Cina.

2. Sikap superioritas orang-orang Cina terhadap
orang-orang Indonesia sehubungan dengan
berhasilnya Revolusi Cina (1 91 1 ).

3. Adanya tekanan oleh masyarakat Indonesia di
Solo (dari kalangan bangsawan mereka
sendiri).

Tahun 1905

Gerakan reformasi dan modernisasi ini meluas di
Minangkabau dan perintisnya adalah Syekh Thaher
Jalaluddin. Majalah al-lman adalah alat penyebar
Reformisme keluar Minangkabau, di samping memuat
ajaran agama dan peristiwa-peristiwa penting dunia.

Tahun 1909

Tirtoadisuryo mendirikan Sarekat Dagang Islamiah
(SDI) di Batavia.

Pada tahun yang sama, H. Abdullah Akhmad
mendirikan majalah al-Munir di Padang, yang
bertujuan menyebarkan agama Islam yang
sesungguhnya dan terbit di Padang tahun 1910-1916.

Tahun 1910

Tirtoadisuryo mendirikan perusahaan dagang Sarekat
Dagang Islamiah NV di Bogor. Kedua organisasi
tersebut (SDI Batavia dan Bogor) dimaksudkan untuk
membantu pedagang-pedagang bangsa Indonesia
dalam menghadapi saingan orang-orang Cina.

Tahun 1911

Ambon’s Bond didirikan oleh pegawai negeri di
Ambonia, untuk memajukan pengajaran dan
penghidupan rakyat Ambon. Haji Abdulhalim
mendirikan Persyarikatan Ulama di Ciberelang,
Majalengka, yang bergerak di bidang pendidikan dan
ekonomi.



pemerintah kolonial Belanda. Pusat perkumpulan
ditempatkan di Yogyakarta. Sebagai ketua Pengurus
Besar yang pertama di pilih R. T. Tirtokusumo, bupati
Karanganyar, sedang anggota-anggota Pengurus
Besar yang lain-lain pegawai negeri atau bekas
pegawai negeri belaka, la memimpin BU sejak tahun
1908 sampai dengan tahun 1911. Kemudian dia
digantikan oleh Pangeran Aryo Noto Dirojo dari istana
Paku Alam, Yogyakarta. Sebagai orang keraton yang
di beri gaji oleh Belanda, maka ketua BU itu sangat
patuh kepada induk-semangnya.

3-5 Oktober 1908

Kongres BU pertama di Jakarta, dengan terjadi
perubahan orientasi, dari terbatas dalam kalangan
priyayi menjadi menekankan cara baru bagaimana
memperbaiki kehidupan rakyat. Kongres itu
menetapkan tujuan perkumpulan: kemajuan yang
selaras (harmonis) buat negeri dan bangsa, terutama
dengan memajukan pengajaran, pertanian,
peternakan dan dagang, teknik dan industri,
kebudayaan (kesenian dan ilmu).

Tahun 1908

Di kalangan priyayi gedhe yang sudah mapan tidak
senang terhadap lahirnya BU, sehingga para bupati
membentuk perkumpulan Regenten Bond Setia Mulia
di Semarang, untuk mencegah cita-cita BU yang di
anggap mengganggu stabilitas sosial mereka.

Pada tahun yang sama, berdirilah Indische
Vereeniging (IV) di Negeri Belanda, yang diprakarsai
oleh Sutan Kasayangan dan R. M. Noto Suroto.
Semula organisasi ini merupakan pusat kegiatan
sosial dan kebudayaan sebagai ajang bertukar pikiran
tentang situasi tanah air. Kemudian bernama
Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia).

Agustus 1912

Pemimpin-pemimpin golongan Minahasa mendirikan
“Rukun Minahasa” di Semarang. Tujuannya ialah



badannya daripada kongres yang pertama. Tetapi
pimpinan CSI masih menyetujui aksi parlementer-
evolusioner. Juga usul Semaun untuk tidak ikut
campur dalam gerakan Indie Weerbaar tidak di terima
(pada waktu itu Abdul Muis sebagai anggota “Utusan
Indie Weerbaar” memberikan laporan tentang
pengalamannya di negeri Belanda).

Kongres SI kedua memutuskan bahwa azas
perjuangan SI ialah mendapatkan zelf bestuur atau
pemerintahan sendiri. Selain itu, ditetapkan pula azas
kedua berupa “strijd tegen overheersing van het
zondig kapitalisme” atau perjuangan melawan
penjajahan dari Kapitalisme yang jahat.

Tetap di ambil jalan parlementer, ditentukan program
azas dan daftar usaha dari partai. Pemerintahan
kebangsaan menjadi maksud dari Sarekat Islam.
Daftar usaha memuat: aksi untuk decentralisatie
pemerintahan dan hak pemilihan, kemerdekaan
bergerak, pertanian, persoalan uang dan pajak,
persoalan sosial dan pembelaan negeri. CSI akan
berjuang dalam Volksraad. Putusan ini tidak disetujui
Semaun.

Dalam kongres ini telah disetujui suatu rumusan
“Keterangan Pokok” (Asas) dan Program Kerja, yang
mencerminkan sifat politik dari organisasi ini.
Keterangan Pokok ini menyatakan kepercayaan CSI
bahwa agama Islam itu membuka rasa pikiran tentang
persamaan derajat manusia, di samping itu
menjunjung tinggi kepada kekuasaan negeri, dengan
harapan akan memperoleh pemerintahan sendiri
(zelfbestuur) dalam ikatan dengan negeri Belanda.
Tentang Program Kerja yang berjumlah delapan buah,
satu diantaranya mengenai politik, Sarekat Islam
menuntut berdirinya dewan-dewan daerah dan
perluasan hak-hak Volksraad, yang setahun lagi akan
di bentuk.

Keterangan Pokok ini mengemukakan kepercayaan



EMPIRI S/©2006 3



Catatan Sejarah Rakyat Islam Indonesia



11 Juni 1912

Cokroaminoto masuk SI bersama Hasan Ali Surati,
seorang keturunan India kaya, yang kelak kemudian
memegang keuangan surat kabar SI, Utusan Hindia.
Cokroaminoto kemudian duduk sebagai pemimpin
Syarikat Islam.

12 Agustus 1912

Residen Surakarta membekukan SDI setelah
organisasi itu berkembang cepat ke daerah-daerah
lain di Jawa dan setelah kegiatan-kegiatan pada
anggotanya di Solo meningkat tanpa dapat diawasi
oleh penguasa setempat. Perkelahian terus-menerus
terjadi dengan golongan Cina; sebuah pemogokan
dilancarkan oleh pekerja-pekerja di perkebunan
Krapyak di Mangkunegaran pada permulaan bulan
Agustus 1912. Kedua macam kerusuhan ini menurut
pihak penguasa disebabkan oleh Sarekat Islam.

Rijksbestuur Solo atas perintah Residen Belanda
melarang untuk sementara waktu SI bekerja, karena
SI di anggap berbahaya bagi ketertiban umum,
membuat huru-hara di Solo, terutama terhadap kaum
dagang Cina. Selain di larang bersidang dan
menerima anggota baru, pemimpinnya mengalami
penggeledahan, tetapi tidak berhasil.

10 September 1912

Sampai dengan awal tahun 1912, Syarikat Dagang
Islam masih memakai anggaran dasar yang lama
yang di buat oleh Haji Samanhudi. Karena beliau tidak
puas atas anggaran dasar itu, maka beliau
menugaskan kepada Cokroaminoto di Surabaya yang
baru masuk Syarikat Islam, supaya membuat
anggaran dasar yang baru yang disahkan di depan
Notaris pada tanggal 10 September 1912. Sehingga
Syarikat Dagang Islam (SDI) berganti nama menjadi
Syarikat Islam (SI).

Cokroaminoto mensosialisasikan PAN-lslamisme
dengan target:



mencapai derajat hidup yang layak bagi rakyat
Minahasa, antara lain dengan jalan menghilangkan
sebab-sebab yang menjadikan turun kedudukannya,
memajukan nafsu tolong-menolong menyokong
pendidikan dan pengajaran, memajukan ekonomi
rakyat. Ketuanya adalah J. H. Pangemanan. Pemuka
yang lain-lain adalah Dr. Ratulangi dan P.A.
Mandagie.

25 Desember 1912

Partai Hindia atau IP (Indische Partij) didirikan oleh
E. F. E. Douwes Dekker alias Setiabudi di Bandung,
dan merupakan organisasi campuran orang Indo dan
bumiputra. IP menjadi organisasi politik yang kuat
pada waktu itu, setelah ia bekerjasama dengan dr.
Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat alias
Ki Hajar Dewantoro. Douwes Dekker menjadi
ketuanya, dr. Cipto Mangunkusumo dan R. M. Suwardi
Suryaningrat (Ki Hajar Dewantoro) menjadi anggota
pengurus.

Indische Partij terbuka buat semua golongan bangsa
(bangsa Indonesia, bangsa Eropa yang terus tinggal
disini, Belanda peranakan, peranakan Tionghoa dan
sebagainya), yang merasa dirinya seorang “indier”.

Tahun 1913

“Mena Muria” berdiri di Semarang, untuk mencapai
kemajuan dan kemakmuran golongan Ambon.

September 1914

Jong Pasundan berdiri di Jakarta. Anggaran dasarnya
adalah secorak dengan Budi Utomo, tetapi ditujukan
untuk daerah Pasundan saja. Pasundan (Paguyuban
Pasundan) didirikan untuk mempersatukan “bangsa
Sunda”.

Tahun 1914

Terjadi Perang Dunia I, dan Budi Utomo turut
memikirkan cara mempertahankan Indonesia dari
serangan luar dengan mengadakan milisi yang


Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud

Klik Download Via Tusfiles


Itulah materi tentang Materi Catatan Sejarah Rakyat Islam Indonesia yang bisa anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran atau mengajar menjadi guru atau dosen.