Showing posts with label Kebidanan. Show all posts
Showing posts with label Kebidanan. Show all posts

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN IMD DI BPM ETTY S.R.Z, SST. DI DESA MENTURO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN IMD DI BPM ETTY S.R.Z, SST. DI DESA MENTURO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG

Abstract

Berdasarkan Laporan Derajat Kesehatan Provinsi Jawa Timur menurut kabupaten/kota tahun 2012, angka harapan hidup diprovinsi jawa timur tahun 2012 dalam satuan tahun sebesar 70,09 angka kematian bayi dalam satuan per 1000 kehamilan hidup sebesar 28,31 dan angka kematian ibu dalam satuan 100,000 kelahiran hidup sebesar 97,3 (Dinas kesehatan Jawa Timur, 2012). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan IMD serta dapat melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan 6 langkah.Asuhan kebidanan standar Di Bpm Etty S.R.Z, Sst. Di Desa Menturo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan dalam asuhan kebidanan yang digunakan terhadap By “S” ini adalah Standar asuhan kebidanan, meliputi pengkajian data, merumuskan diagnose dan atau masalah kebidanan, intervensi, implementasi, evaluasi dan catatan perkembangan yang telah dilakukan secara bertahap procedural Pada pengkajian ditemukan hasil By”S” melakukan IMD di atas perut ibu sehingga dari data pengkajian timbul perumusan diagnose dan masalah bayi baru lahir dengan IMD, sehingga untuk intervensi untuk intervensi penulis melakukan planning konseling tentang manfaat IMD kepada keluarga, setelah dilakukan IMD ± 1 jam reflek menghisapbayi baik tetapi ASI belum keluar lancar dan ternyata setelah dievaluasi IMD berhasil dan terlaksana dengan baik sesuai dengan prosedur. Dan setelah diberi konseling atau di evaluasi dalam waktu 5 hari reflek menghisap bayi baik dan ASI keluar dengan lancar. Pada pelaksanaan asuhan kebidanan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Kesimpulan yang dapat diambil dari asuhan ini yaitu Asuhan kebidanan terhadap By “S” selama 5 hari setelah di berikan konseling reflek menghisap bayi baik dan ASI keluar lancar. Hendaknya pasien dapat mengerti dan memahami serta menerapakan apa yang telah di jelaskan oleh petugas kesehatan.

Lengkapnya Langsung saja download file pdf berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud
Klik Download Via Tusfiles

Itulah beberapa artikel skripsi thesis atau materi yang bisa anda gunakan untuk bahan tugas dan ajar, semoga bermanfaat.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM DI BPM UMI SALAMAH, Amd.Keb DS. PETERONGAN KEC. PETERONGAN KAB. JOMBANG

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM DI BPM UMI SALAMAH, Amd.Keb DS. PETERONGAN KEC. PETERONGAN KAB. JOMBANG

Abstract

Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum kemudian dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Penelitian ini bertujuan Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan emesis di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan Kec. Peterongan Kab. Jombang 2015. Metode yang digunakan dalam penulisan Laporan Tugas Akhir yaitu dengan studi kepustakaan dan studi kasus dengan Standart Asuhan kebidanan mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, intervensi, implementasi, evaluasi, dan pencatatan asuhan kebidanan. Hasil asuhan kebidanan pada Ny “N” umur 23 tahun GIIP00100 usia kehamilan 6 minggu dengan penatalaksanaan emesis gravidarum, bahwa apa yang telah direncanakan telah terlaksana dan dievaluasi dengan hasil yang baik yaitu ibu dalam keadaan baik, keluhan mual pusing berkurang bahkan hilang, dengan pemberian minuman jahe 1 g dengan air 200 cc perhari dalam waktu 6 hari pemberian dan di observasi dalam waktu 14 hari menunjukan adanya pengaruh untuk emesis gravidarum dapat berkurang bahkan hilang. Kesimpulan yang didapat dari Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Pada Ny" N " GIIP00100 Dengan Enesis Gravidarum Di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan Kec. Peterongan Kab. Jombang 2015 berjalan sesuai rencana dengan catatan perkembangan 14 hari dilakukan kunjungan ke rumah klien tidak terjadi hambatan, ibu dalam keadaan baik, mual muntah berkurang bahkan hilang, ibu sudah bisa makan pagi dan melakukan pekerjaan rumah sendiri tanpa dibantu suami. Dan disarankan untuk lahan penelitian dengan adanya studi kasus ini dapat dijadikan evaluasi sehingga dapat dijadikan salah satu acuan pedoman guna meningkatkan fasilitas ibu hamil fisologis. Serta untuk klien Dengan adanya studi kasus ini diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pengetahuan pada ibu hamil untuk mengurangi masalah dalam kehamilan khususnya mual muntah.

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehamilan menurut Federasi Obstetri Ginekologi International adalah
fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum kemudian dilanjutkan
dengan nidasi atau implantasi ( Prawirohardjo, 2009:213).
Mual muntah merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum
dan paling menyebabkan stress yang dikaitkan dengan kehamilan. Mual
muntah sering kali diabaikan karena dianggap sebuah konsekuensi normal di
awal kehamilan tanpa mengakui dampak hebat yang ditimbulkannya pada
wanita dan keluarga mereka (Tiran, 2009:1).
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan standar baik buruknya
pelayanan kesehatan di sebuah negara. Menurut organisasi kesehatan dunia
(WHO) memperkirakan bahawa setiap tahun, 500/100.000 wanita meninggal
dunia akibat kehamilan atau persalinan. Dari fakta tersebut dapat diartikan
bahwa angka kematian ibu mendekati satu per menit. Dan, diperkirakan 99%
kematian tersebut terjadi di negara-negara berkembang (WHO, 2007).
Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)
tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu berkaitan dengan kehamilan,
persalinan, dan nifas sebesar 359/100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut
meningkat 57% dari SDKI tahun 2007 yaitu 228/100.000. Dimana angka-

2

angka tersebut masih jauh dari target MDG’s sebesar 102/100.000 kelahiran
hidup tahun 2015 (SDKI 2012).
Di Jawa Timur justru mengalami peningkatan dalam jumlah kematian
ibu. Capaian Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2012 ini mencapai
97,43/100.000 kelahiran hidup (Dinkes Jatim, 2013). Capaian Angka
Kematian Ibu ( AKI) di Kabupaten Jombang di tahun 2013 mencapai 18
orang dari 19.530 kelahiran hidup (Dinkes Jombang 2013).
Di Indonesia terdapat 50-90 % kasus Emesis Gravidarum yang
dialami oleh ibu hamil. Namun, pada kasus seperti ini tidak menyebabkan
kematian pada ibu hamil karena Emesis Gravidarum hanya kekurangan
nutrisi dan cairan. Emesis Gravidarum yang berkelanjutan bisa berakibat
Hyperemesis Gravidarum. Pada Hyperemesis Gravidarum berakibat buruk
bagi kesehatan ibu dan bayinya. Oleh karena itu ibu hamil dengan
Hyperemesis Gravidarum harus segera dirawat di rumah sakit agar
mendapatkan penanganan segera (Maharani, 2010: 34).
Berdasarkan study pendahuluan di BPM Umi Salamah, Amd.Keb.
Ds.Peterongan Kec.Peterongan Kab.Jombang. Pada bulan Januari 2015
diperoleh data bahwa dari 36 ibu hamil yang periksa terdapat 29 ibu hamil
yang mengalami Emesis Gravidarum.
Penyebab mual dan muntah selama kehamilan biasanya disebabkan
oleh perubahan hormone dalam system endokrin yang terjadi selama
kehamilan, terutama disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar hCG (human
chorionic gonadotrophin), khususnya mual muntah terjadipada 12-16 minggu

3

pertmana, yang pada saat itu hCG mencapai kadar tingginya. hCG sama
dengan LH (luteinizing hormone) dan disekresikan oleh sel-sel trofoblas
blastosit. hCG melewati control ovarium di hipofisis dan menyebabkan
korpus luteum terus memproduksi estrogen dan progesterone (Tiran, 2009:5).
Akibat meremehkan rasa mual dan muntah yang dirasakan pada wanita saat
hamil dapat meningkatkan ketegangan emosional, stress psikologis dan
keterlambatan dalam penanganan yang tepat, kondisi bisa menjadi patologis
(Tiran, 2009:2).
Emesis Gravidarum dapat diatasi dengan memberikan asuhan secara
komprehensif dan terapi nonfarmakologi. Salah satunya dengan pemberian
minuman jahe .
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk menerapkan
“Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil dengan Emesis Gravidarum di BPM
Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan Kec. Peterongan Kab. Jombang“.

1.2 Rumusan Masalah.
Bagaimana memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
emesis gravidarum di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds.Peterongan
Kec.Peterongan Kab.Jombang 2015?

4

1.3 Tujuan Penulis.
1.3.1

Tujuan Umum
Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan emesis di
BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan Kec. Peterongan Kab.
Jombang 2015.

1.3.2

Tujuan Khusus

1.3.2.1 Melakukan pengkajian pada ibu hamil dengan emesis gravidarum di
BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan Kec. Peterongan
Kab.Jombang.
1.3.2.2 Menegakkan diagnosa masalah dan kebutuhan pada ibu hamil dengan
emesis gravidarum di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan
Kec. Peterongan Kab. Jombang.
1.3.2.3 Menentukan rencanaan tindakan pada ibu hamil dengan emesis
gravidarum di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan Kec.
Peterongan Kab. Jombang.
1.3.2.4 Melaksanakan rencanaan tindakan data pada ibu hamil dengan emesis
gravidarum

di

BPM

Umi

Salamah,

Amd..Keb

Ds.Peterongan

Kec.Peterongan Kab.Jombang.
1.3.2.5 Melakukan evaluasi atas tindakan pada ibu hamil dengan emesis
gravidarum di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan
Kec.Peterongan Kab. Jombang.

5

1.3.2.6 Melakukan catatan perkembangan atas tindakan pada ibu hamil dengan
emesis gravidarum di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds. Peterongan
Kec. Peterongan Kab. Jombang.

1.4 Ruang Lingkup
Sasaran
Tempat

: Ibu hamil dengan emesis gravidarum
: BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds.Peterongan Kec.Peterongan
Kab.Jombang

Waktu

: Januari-Februari 2015

1.5 Manfaat Penilitian
1.5.1

Manfaat Teoritis
Dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman secara
langsung dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama akademik,
menambah wawasan dalam menangangani ibu hamil dengan emesis
gravidarum.

1.5.2

Manfaat Praktis

1.5.2.1 Bagi Penulis
Sebagai sarana dan alat dalam memperoleh pengetahuan dan
pengalaman khususnya dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh
selama ini, khususnya dalam asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
emesis gravidarum di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds.Peterongan
Kec.Peterongan Kab.Jombang.

6

1.5.2.2 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan masukan dalam kegiatan proses belajar mengajar
tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan emesis gravidarum yang
dapat digunakan sebagai acuan bagi praktik mahasiswa kebidanan.
1.5.2.3 Bagi Lahan Praktek
Dari hasil penulisan ini dapat memberikan masukan pada tenaga
kesehatan untuk lebih mempertahankan dan meningkatkan pelaksanaan
praktek layanan asuhan kebidanan khususnya pada ibu hamil dengan
emesis gravidarum di BPM Umi Salamah, Amd.Keb Ds.Peterongan
Kec.Peterongan Kab.Jombang secara profesional.
1.5.2.4 Bagi Klien
Sebagai bahan masukan dan tambahan ilmu pegetahuan serta
pengalaman dan melaksanakan tindakan-tindakan yang telah diberikan
bidan.
1.5.2.5 Bagi Masyarakat
Hasil penulisan ini nantinya diharapkan dapat memberikan
informasi dan menambah wawasan masyarakat terutama ibu hamil dalam
mengatasi emesis gravidarum dalam pemilihan jenis makanan maupun
minuman.

7

1.6 Metode Memperoleh Data
Metode yang digunakan dalam penulisan studi kasus ini adalah :
1.6.1

Studi Pustaka
Penulis mencari, mengumpulkan, dan mempelajari referensi yang
relevan dengan kasus yang dibahas yaitu tentang asuhan kebidanan ibu
hamil dengan emesis gravidarum dari beberapa buku dan informasi
internet.

1.6.2

Studi Kasus
Melakukan studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan
kebidanan yang meliputi pengkajian data, penegakan diagnosa masalah
dan kebutuhan, perencanaan tindakan asuhan, melakukan rencana tindakan
asuhan, evaluasi terhadap asuhan kebidanan ibu hamil dengan emesis
gravidarum

di

BPM

Umi

Salamah,

Amd.Keb

Ds.Peterongan

Kec.Peterongan Kab.Jombang serta mendokumentasikannya.
Untuk mengumpulkan data dalam pengkajian menggunakan metode :
1.6.2.1 Anamnesa
Penulis melakukan tanya jawab dengan klien, suami, dan
keluarganya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
1.6.2.2 Pemeriksaan Fisik
Melakukan pemeriksaan secara sistematis pada klien mulai dari
kepala sampai kaki dengan menggunakan teknik inspeksi, palpasi,
auskultasi, perkusi serta ditunjang dengan pemeriksaan USG.

8

1.6.2.3 Studi Dokumentasi
Studi dilakukan dengan mempelajari status kesehatan klien yang
bersumber dari catatan dokter, bidan, maupun sumber lain yang
menunjang.

1.7 Sistematika Penulisan
Untuk proposal studi kasus ini secara garis besar menyusun BAB
dibagi sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulis, ruang
lingkup, manfaat penulis, metode memperoleh data, serta
sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Menguraikan tentang konsep dasar ibu hamil, konsep dasar emesis,
manajemen standart asuhan kebidanan, serta landasan hukum


Lengkapnya Langsung saja download file pdf berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud
Klik Download Via Tusfiles

Itulah beberapa artikel skripsi thesis atau materi yang bisa anda gunakan untuk bahan tugas dan ajar, semoga bermanfaat.

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “A” NORMAL USIA 5 HARI DI BPM YUNI WIDARYANTI Amd. Keb DESA SEMANDING KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “A” NORMAL USIA 5 HARI DI BPM YUNI WIDARYANTI Amd. Keb DESA SEMANDING KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG




Abstract


Neonatus adalah masa kehidupan pertama di luar rahim sampai dengan usia 28 hari. Terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim menjadi di luar rahim Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah memberikan asuhan kebidanan pada bayi normal usia 5 hari serta dapat melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan Standar Asuhan Kebidanandi BPM Yuni Widaryanti Semanding Jogoroto Jombang Metode yang digunakan dalam melaksanakan asuhan kebidanan bayi normal usia 5 hari di BPM Yuni Widaryanti Semanding Jogoroto Jombang ini adalah Standar Asuhan Kebidanan. Meliputi pengkajian, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, intervensi, implementasi, evaluasidancatatan asuhan kebidanan yang telah dilakukan secara bertahap. Hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan pada bayi normal usia 5 hari selama 14 hari didapatkan hasil dalam keadaan umum baik, TTV dalam batas normal, dan tidak terjadi kegawatdaruratan pada bayi. Pada catatan asuhan kebidanan bayi sudah mendapatkan nutrisi cukup, melakukan kunjungan ulang dan imunisasi. Kesimpulan asuhan kebidanan yang telah dilakukan terhadap bayi normal usia 5 hari adalah keadaan bayi baik dan tidak terjadi komplikasi serta kegawatdaruratan pada bayi. Peran bidan sebagai tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling dengan jelas dan tepat serta dapat memberikan asuhan kebidanan yang sesuai dan menyeluruh.


Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud
Klik Download Via Tusfiles

Itulah beberapa artikel skripsi thesis atau materi yang bisa anda gunakan untuk bahan tugas dan ajar, semoga bermanfaat.

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny.” M ” CALON PESERTA BARU ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT DI PUSKESMAS MOJOAGUNG JOMBANG

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny.” M ” CALON PESERTA BARU ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT DI PUSKESMAS MOJOAGUNG JOMBANG

Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) yaitu Metode kontrasepsi hormonal yang efektif, tidak permanen dan dapat mencegah terjadinya kehamilan antara tiga hingga lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana Pada Ny.” M ” Calon Peserta Baru Alat Kontrasepsi Bawah Kulit Di Puskesmas Mojoagung Jombang Pada Tahun 2015. Metode Yang Di Gunakan Dalam Penulisan Laporan Tugas Akhir Yaitu Standar Asuhan Kebidanan Yang Meliputi: Pengkajian, Diagnosa, Dan Atau Masalah Kebutuhan, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Dan Pencatatan Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana Pada Ny.” M ” Calon Peserta Baru Alat Kontrasepsi Bawah Kulit Di Puskesmas Mojoagung Jombang Pada Tahun 2015. Hasil Asuhan Kebidanan yang telah di lakukan Pada Calon Peserta Baru KB Alat Kontrasepsi Bawah Kulit Di Puskesmas Mojoagung Jombang adalah terdapat kesenjangan dalam pemasangan KB AKBK yang tidak sesuai dengan SOP. Kesimpulan pada Asuhan Kebidanan ini adalah terdapat kesenjangan dalam pemasangan KB AKBK yang tidak sesuai dengan SOP. Dan di sarankan agar lahan praktek lebih memperhatikan SOP yang ada tentang pemasangan AKBK dan meningkatkan mutu pelayanan kebidanan dalam konseling tentang KB .


Item Type:     Thesis (Diploma)
Subjects:     R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions:     Fakultas Ilmu Kesehatan
Fakultas Ilmu Kesehatan > D3-Kebidanan

Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud
Klik Download Via Tusfiles

Itulah beberapa artikel skripsi thesis atau materi yang bisa anda gunakan untuk bahan tugas dan ajar, semoga bermanfaat.

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. “T” BAYI BARU LAHIR NORMAL DI PUSKESMAS PETERONGAN JOMBANG

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. “T” BAYI BARU LAHIR NORMAL DI PUSKESMAS PETERONGAN JOMBANG
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 - 4000 gram,
cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital
(cacat bawaan) yang berat. (Kukuh Rahardjo, 2014 : 5). Sedangkan, asuhan
pada bayi baru lahir normal adalah asuhan yang diberikan pada bayi baru
lahir tersebut selama satu jam pertama setelah kelahiran, sebagian besar bayi
yang baru lahir akan menunjukkan usaha nafas spontan dengan sedikit
bantuan. (Prawirohardjo, 2009 : 28).Adapun permasalahan yang terjadi pada
bayi baru lahir adalah asfiksia neonatorum, ikterus, perdarahan tali pusat,
kejang, BBLR, hipotermi, dll. (Muslihatun, 2010 : 6).
Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2013 angka
kelahiran di Indonesia sebesar 4.738.692 bayi dan di Jawa Timur sebesar
582.233 bayi. Sedangkan angka kelahiran berdasarkan data dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Jombang tahun 2013 sebesar 19.530 bayi. Dan angka
kelahiran berdasarkan data dari Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang
tahun 2014 adalah sebesar 621 bayi.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di PONED
Puskesmas Peterongan Jombang, didapatkan jumlah kelahiran normal pada
tahun 2014 adalah 81 bayi. Adapun bayi yang mengalami asfiksia adalah 2
bayi, bayi yang terkena infeksi 9 bayi, bayi dengan berat badan lahir rendah 2

1

2

bayi dan bayi sakit 14 bayi. Sedangkan pada bulan Januari tahun 2015 jumlah
bayi lahir adalah 8 dengan 1 bayi asfiksia. Asuhan yang dilakukan pada bayi
baru lahir di Puskesmas Peterongan sudah sesuai standart, di mulai dari bayi
lahir yaitu menilai sepintas, mengeringkan tubuh bayi, melakukan
pemotongan tali pusat, IMD, 1 jam setelah lahir dilakukan pengukuran BB,
TB, antropometri, pemberian salep mata, suntik vit K 1, kemudian 1 jam
setelahnya dilakukan suntik HB unijek dan pemantauan pada bayi. Sedangkan
pada ibu yang melahirkan di Puskesmas Peterongan sebelum pulang ke rumah
oleh petugas diberikan konseling yang nantinya bisa dipraktekkan oleh ibu di
rumah dengan panduan buku “SMART’’ yang didalamnya menjelaskan
tentang senam nifas, cara memandikan bayi, cara menyusui yang benar, cara
merawat tali pusat dan cara memberikan sentuhan sekaligus perawatan
melalui pijat bayi.
Periode segera setelah bayi baru lahir merupakan awal yang tidak
menyenangkan bagi bayi tersebut. Hal ini disebabkan oleh lingkungan
kehidupan sebelumnya (intrauterin) dengan lingkungan kehidupan sekarang
(ekstrauterin) yang sangat berbeda. Di dalam uterus janin hidup dan tumbuh
dengan segala kenyamanan karena ia tumbuh dan hidup bergantung penuh
pada ibunya. Sedangkan, pada waktu kelahiran, setiap bayi baru lahir akan
mengalami adaptasi atau proses penyesuaian fungsi – fungsi vital dari
kehidupan di dalam uterus ke kehidupan di luar uterus. Kemampuan adaptasi
fisiologis ini disebut juga homeostasis atau kemampuan mempertahankan
fungsi – fungsi vital, bersifat dinamis, dipengaruhi oleh tahap pertumbuhan

3

dan perkembangan intrauterin. Adaptasi segera setelah lahir meliputi adaptasi
fungsi-fungsi vital (sirkulasi, respirasi, susunan saraf pusat, pencernaan dan
metabolisme). Oleh karena itu, bayi baru lahir memerlukan pemantauan ketat
dan perawatan yang dapat membantunya untuk melewati masa transisi
dengan berhasil. (Muslihatun, 2010 : 10).
Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal
merupakan periode yang paling kritis. Pencegahan asfiksia, mempertahakan
suhu tubuh bayi terutama pada bayi berat lahir rendah, pemotongan dan
perawatan tali pusat, pemberian air susu ibu (ASI) dalam usaha menurunkan
angka kematian oleh karena diare, pencegahan terhadap infeksi, pemantauan
kenaikan berat badan dan stimulasi psikologis merupakan tugas pokok bagi
petugas kesehatan bayi dan anak. Neonatus pada minggu-minggu pertama
sangat dipengaruhi oleh kondisi ibu pada waktu ibu hamil dan melahirkan.
(JNPK – KR, 2013 : 119).
Penanganan bayi baru lahir memerlukan upaya bersama tenaga
kesehatan khususnya bidan dengan memberikan asuhan komprehensif sesuai
dengan PerMenKes RI No.1464/MenKes/2010 sejak bayi dalam kandungan,
selama persalinan, segera sesudah melahirkan serta melibatkan keluarga dan
masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas seperti
mengajarkan cara merawat tali pusat, cara memandikan bayi serta cara
menyusui yang benar dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan
selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat.

4

Dari uraian di atas penulis tertarik untuk mengambil studi kasus yang
berjudul Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Normal di Puskesmas
Peterongan – Jombang.

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pelaksanaan Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir
Normal di Puskesmas Peterongan Kec. Peterongan Kab. Jombang tahun
2015?

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1

Tujuan Umum
Ibu dapat memberikan perawatan bayi baru lahir sesuai dengan
asuhan kebidanan sehingga bayi dapat melewati masa transisinya dengan
baik.

1.3.2

Tujuan Khusus

1.3.2.1 Mampu melakukan pengkajian secara lengkap dan akurat pada bayi baru
lahir normal
1.3.2.2 Mampu merumuskan diagnosa dan / masalah kebidanan sesuai dengan
nomenklatur kebidanan
1.3.2.3 Mampu merencanakan asuhan kebidanan berdasarkan diagnosa dan
masalah yang ditegakkan
1.3.2.4 Mampu melaksanakan rencana asuhan kebidanan pada BBL normal
secara komprehensif

5

1.3.2.5 Mampu mengevaluasi hasil tindakan sesuai dengan perubahan
perkembangan kondisi klien
1.3.2.6 Mampu melaksanakan pencatatan asuhan kebidanan secara singkat dan
jelas dalam bentuk SOAP

1.4 Ruang Lingkup
Sasaran

: Bayi Baru Lahir Normal

Tempat

: Puskesmas Peterongan, Jombang

Waktu

: Januari – Februari 2015

1.5 Manfaat
1.5.1

Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan informasi dan wahana untuk menambah kepustakaan
khususnya perawatan pada bayi baru lahir normal.

1.5.2

Bagi Penulis
Dengan dilakukannya asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal ini
penulis

mendapat

pengalaman

nyata

di

lapangan

serta

dapat

mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama
menempuh pendidikan di DIII Kebidanan.
1.5.3

Bagi Lahan Praktek
Sebagai masukan terhadap tenaga kesehatan dalam meningkatkan
pelayanan dan pemberian asuhan yang sesuai untuk bayi baru lahir
normal.

6

1.5.4

Bagi Klien
Diharapkan orang tua mampu untuk melakukan perawatan bayi baru lahir
normal sesuai dengan asuhan kebidanan yang diberikan.

1.6 Metode Memperoleh Data
Metode yang digunakan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah (studi kasus)
ini adalah :
1.6.1

Studi Kepustakaan
Penulis mencari, mengumpulkan, dan mempelajari referensi yang
relevan dengan kasus yang dibahas yakni bayi baru lahir normal dari
beberapa buku dan informasi dari internet.

1.6.2

Studi Kasus
Penulis mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penyusunan
studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan yang
meliputi

pengkajian,

merumuskan

diagnosa

dan

atau

masalah,

melaksanakan perencanaa


Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud
Klik Download Via Tusfiles

Itulah beberapa artikel skripsi thesis atau materi yang bisa anda gunakan untuk bahan tugas dan ajar, semoga bermanfaat.

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “B” P20002 NIFAS FISIOLOGIS DI BPM YUNI WINDARYANTI, Amd.Keb DESA SEMANDING KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “B” P20002 NIFAS FISIOLOGIS DI BPM YUNI WINDARYANTI, Amd.Keb DESA SEMANDING KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat besarnya derajat kesehatan pada perempuan. Berdasarkan dari data Dinas Kesehatan Jombang tahun 2014, kematian ibu dikabupaten Jombang berjumlah 1 orang (0.005 %), menurun dari tahun 2013 yang mencapai 18 orang (0,092%) (Dinkes Jombang, 2010). Peneliti bertujuan untuk melaksanaan dan mengaplikasikan Asuhan Kebidanan pada Ny ”B” P20002 Nifas Fisiologis di BPM Yuni Windaryanti, Amd.Keb Desa Semanding Kecamatan Jogoroto Kabupaten jombang. Metode memperoleh data pada laporan tugas akhir ini, penulis menggunakan studi kepustakaan dan studi kasus yang sesuai standartasuhan kebidanan. Dimana penulis memulai dengan melakukan pengkajian data baik secara subjektif maupun objektif, menegakkan diagnosa dan atau masalah, melakukan perencanaan, mengimplementasikannya dengan tepat, mengevaluasi kemudian melakukan pencatatan asuhan kebidanan dengan tujuan dapat memberikan rasa nyaman pada ibu nifas. Hasil Asuhan Kebidanan pada Ny “B” P20002 nifas fisiologis di BPM Yuni Windaryanti, Amd.Keb di Desa Semanding Kecamatan Jogoroto Kabupateen Jombang adalah ibu dalam keadaan normal atau sehat. Dan setelah di lakukan intervensi dan implementasi pemijatan oksitosin ibu merasa lebih tenang dan tidak stress. Asuhan Kebidanan pada Ny “B” P20002 nifas fisiologis pada Laporan Tugas Akhir ini di lakukan secara Komprehensif dan mempertimbangkan kebutuhan dasar pada ibu nifas. Kesimpulan dari hasil Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Fisiologis di BPM Yuni Windaryanti, Amd.Keb di Desa Semanding Kecamatan Jogoroto Kabupateen Jombang berjalan dengan baik. Tidak ada hambatan dan penyulit masa nifas selama dilakukan pencatatan asuhan kebidanan selama 14 hari. Disarankan agar lahan praktik meningkatkan kualitas pelayanan. Sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai pada masyarakat


Lengkapnya Langsung saja download file berikut ini gratis

Klik Download Via Userscloud
Klik Download Via Tusfiles

Itulah beberapa artikel skripsi thesis atau materi yang bisa anda gunakan untuk bahan tugas dan ajar, semoga bermanfaat.